Monday, June 23, 2008

Kepadamu Mas Dwi


Hari ini terasa berat kulalui...kemarin aku mendapatkan satu berita yang mengejutkan diriku, seorang manusia terbaik telah dipanggil menuju-Nya. Ya benar aku katakan beliau sebagai salah satu manusia terbaikyang pernah kutemui selama aku hidup, namanya Dwi Putro Setyanto Nugroho S.Sn, kakak sekaligus sahabat tercintaku.

Allah SWT lebih mencintainya daripada kecintaanku kepadanya. Sebelum sampai dirumahnya, dikompleks sebelah barat SMA 1 Sukoharo, tepatnya didepan kantor kejaksaan Negeri Sukoharjo, beliau mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kematiannya. Aku tidak hendak mengatakan bahwa aku menyesali karena selam hampir 1 tahun yang lalu betapa sedikitnya aku menghubungi beliau. Tapi beliau tetaplah mas Dwi yang sangat baik padaku.

Kami pernah menghabiskan banyak waktu bersama, di kost, ketika pulang ke Sukoharjo, ketika jalan-jalan mencari udang dan kerang sungai di Boyolali, ketika sama-sama aktif di organisasi SKI FSSR UNS, ketika bersama-sama mempersiapkan kegiatan-kegiatn yang akan diselelnggarakan di Luar, ketika bersam-sama berbincang di pagi hari dengan Mbah Joyo (Almh). Sungguh semuanya memiliki kesan yang sangat mendalam dalam diriku.

Aku tidak hendak berkata banyak tentang dirinya, aku sangat merasa kehilangan seorang kakak yang sangat baik, yang ketika beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir sungguh aku ingin membersamainya. Melihat senyum yang tidak pernah lekang dari wajahnya, menyaksikan dan mempersaksian bahwa dia adalah seorang yang baik, seorang yang patut untuk ditiru segala tindak tanduknya. Kesederhanaan, kederawanan,rasa kasih sayang, kedewasaan berpikir, kecemerlangan pemikiran, ide-ide nakal nan ispiratif dan banyak hal yang tidak dapat kuungkapkan satu persatu disini. Warisan dan didikan dari orang tuanya adalah kebaikan yang buahnya benar-benar terlihat pada tingkah laku dan akhlak yang ditampiulkan oleh mas Dwi. Bapak dan Ibu, kalau aku boleh mengatakan, sangatlah baik. Tak terhitung berapa kali aku menghabiskan waktu menginap di Sukoharjo, aku belajar tentang banyak hal. Tentang kesederhanaan, keuletan untuk menyiyangi tanaman yang tumbuh subur dirumah yang sempit menuturku itu namun sangat luas kasih sayang yang ada didalamnya.

Meski bapak dan ibu tidak mengenalku namun mereka tidak canggung untuk makan satu meja bersamaku. Sungguh bersama dengan Mas Dwi kutemukan banyak kenangan yang akan selalu kuingat, hingga nanti kelak aku menemui Rabbu terkasih

Ya Rabbana....hari ini Engaku ingatkan aku kembali dengan dipanggonya hambamu Dwi Putro, semoga aku dapat mengambil banyak hikmah dan pelajaran dari kepergiannya dan juga ketika beliau bersamaku dahulu.....

Saturday, June 21, 2008

Alhamdulillah....terkurangi satu tahun lagi jatahku

Subhanallah...aku kini sudah berusia 23 tahun, masa yang cukup dewasa untuk menentukan arah kehidupanku selanjutnya. masih banyak keinginan yang harus kujalani. selesai kuliah,bekerja, menikah, ambil beasiswa S2 (mohon do'anya)...ya rabbana kuatkanlah hambamu ini...
bukan tentang ultahku yang ingin aku bagi kali ini, hari ini aku banyak mendapatkan pelajaran tentang arti kesederhanaan dan rasa cukup atas yang diberikan Rabbul Izzati, kalau mengambil kosa kata yang sering didengungkan oleh aktivis dakwah adalah QONA"AH, ya ...merasakan bahwa dalam setiap amal yang kita lakukan sehari-hari, satu hal yang menjadi pondasi utama bahwa Dialah Allah SWT yang Berhak untuk Menentukan apa yang terbaik untuk kita. aku katakan sekali lagi TERBAIK untuk kita semua, entah riang dan gembirany, sudah dan sedihnya, kekurangan dan kemiskinannya, kaya dan kelebihannya, pandai dan rajinnya atau malah kurang berpengatahuan dan tidak berkesempatan. lihat foto foto dibawah ini ya...aku posting sesuai dengan hari ini.



nah khusus untuk yang dibawah ini, ada satu pesan yang ingin juga kusampaikan (Maklum tadi sebelumnya browse ke wisatahati.com) tentang makna memberi dan berbagi.
dewasa ini saudaraku seiman....kita kadang memang perlu introspeksi pada diri kita semua berkaitan dengan pemaknaan diri kita ketika memberi dan berbagi. kedua-duanya tidaklah memiliki tujuan lagi dan memang harus dilandasi oleh dua tujuan ini yakni pengaharapan yang besar bahwa apa yang kita berikan dan kita bagikan untuk saudara kita, semoga menjadi satu bekal pulang ketika menghadap di pengadilan-Nya kelak, yang kedua yang juga penting adalah kita juga mengharapkan kecintaan pada saudara kita meski kadang tanggapan dari masing-masing orang berbeda.
aku ceritakan perihal kelima anak ini, terkhusus dua anak laki-laki itu dan adiknya yang paling kecil. akuberikan pada mereka dua roti dan satu coklat, ternyata yang diberi coklat tidak memberikan saudaranya yang satu itu rotinya akan tetapi ketika dua anak yang kuberi roti meminta coklat, dengan senang hati anak yang kuberi coklat tadi memberikanya tanpa kembali meminta atau menanyakan permintaannya tadi pada roti yang juga ingin dia makan.
subhanallah...maha besar keagunganmu Ya Rabbi....
sudah ya...ngantuk.....:-)

Thursday, June 19, 2008

Berkaca pada 7 Golongan yang selamat

Berkata Abu Hurairah r.a : bahwa Nabi saw telah bersabda: “Ada tujuh kelompok yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan kecuali perlindungan-Nya. Mereka adalah pemimpin yang adil, anak muda yang senantiasa beribadah kepada Allah Azza wa Jalla, seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan lagi rupawan lalu ia menjawab: “Sungguh aku takut kepada Allah”, seseorang yang mengeluarkan shadaqah lantas di-sembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya, dan seseorang yang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi kemudian ia mencucurkan air mata”. (H.R.Bukhary - Muslim)

Hadist shahih diatas menjelaskan tentang 7 golongan manusia yang akan mendapatkan naungan dan pertolongan Allah SWT kelak dihari yang tidak ada lagi pertolongan selain dari-Nya.

Pemimpin yang adil

Amanah untuk memimpin tidak diberikan pada sembarang orang. Amanah ini tidak hanya dipertanggung jawabkan dihadapan orang-orang yang dipimpinnya namun juga akan ditanyakan kelak dihadapan illahi Rabbi. Ketika proses kepemimpinan seorang manusia berjalan dengan baik, dia bertanggung jawab dengan amanahnya, adil dalam memutuskan persoalan, jujur dalam tindakan, bijak dalam menghadapi persoalan dan benar-benar mencerminkan nilai-nilai islami yang diyakininya di wilayah amalnya tersebut, maka pantaslah kiranya dia mendapatkan balasan yang sempurna disisi Allah SWT. Bukanlah pujian dan harta serta kedudukan yang dia cari. Berangkat dari satu niatan yang tulus suci untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketentraman ummat menjadi pendorong dan semangatnya untuk memimpin ummat ini menuju keadaan yang lebih baik lagi.

Pemuda yang senantiasa beribadah

Subhanallah, amat sangat langka saat ini kita temui sosok pemuda yang memiliki kriteria semacam ini. Arus informasi dan globalisasi telah engubah cara pandangan seornaga pemuda akan kehidupannya. Anggapan bahwa seorang pemuda harulah mengikuti trend yang terbaru kalau tidak ingin disebut ketinggalan zaman menjadikan pemuda masa kini berlomba-lomba untuk mengikuti trend mode dan perilaku serta budaya yang jauh dari nilai-nilai Islam. Namun diantara sekian banyak pemuda yang kehilangan jati dirinya tersebut, Allah menjanjikan satu nilai lebih bagi sedikit pemuda yang mau untuk kembali kepada jalan tuhannya, mengkaji setiap fenomena kehidupan yang dialaminya dan mencari solusi atas semua permasalahan yang dihadapinya dalam koridor syariat islam. Pemuda yang bersemangat menampakkan keislamannya kepada orang lain, tidak takut cercaan orang yang suka mencerca dan memiliki intelektualitas dan akhlak yang baik. Inilah sosok pemuda dambaan umat saat ini.

Orang yang hatinya tertaut pada masjid

Masjid tidak hanya menjadi tempat orang melakukan ritual shalat saja melainkan fungsi masjid yang sangat strategis dapat dijadikan tempat untuk mencari solusi atas semua permasalahan umat. Dan orang- orang yang memiliki keterikatan hati pada masjid pastinya adalah orang yang banyak berinteraksi didalam masjid. Tidak hanya sebatas pada ibadah-ibaha wajib saja namun dia benar-benar menjadikan masjid sebagai sarana penggemblengan pribadi dan umat, sumber pengetahuan, sumber diskusi dan pengembangan wawasan keilmuan dan menjadikan masjid benar-benar sebagai Islamic sentre yang ketika orangmasuk kedalamnya benar-benar kedamaian dan ketenangan yang dirasakannya.

Dua orang yang saling mencintai karena Allah SWT

Menjadi kodrat manusia untuk saling mencintai satu dengan yang lain, namun sungguh kemuliaan Islam mengajarkan kepada para pemeluknya untuk tidak hanya menjadikan perasaan cinta itu sebagai hal yang biasa. Islam mengajarkan bahwa perasaan cinta harus memiliki landasan sehingga benar-benar setiap konsekuensi atas perasaan cinta akan benar-benar maksimal dikerjakan oleh manusia itu sendiri. Dan dasar rasa cinta didalam Islam adalah niatan hati untuk mencinta atau membenci hanya karena Allah SWT. Allah-lah yang menjadi alasan utama dia mencintai, Allah-lah yang menjadi alasan utama di tidak menyukai.

Orang yang mampu menahan godaan karena rasa takutnya pada Allah SWT

Al-Khauf berarti ketakutan seorang manusia untuk melakukan kesalahan yang menyebabkan dia ditinggalkan oleh Allah SWT. Hal ini dapat dilihat dalam kriteria kelima ini, bagaimana Allah SWT mencontohkan seseorang yang dirayu dengan kenikmatan syahwati namun karena khauf-nya pada Rabb-nya dia tidak jadi untuk melakukannya. Kerinduan dan kerelaan dari Rabb-nya adalah satu tujuan hidupnya. Dia akn menghindari segala yang dibenci-Nya dan dengan sangat senang dan ikhlas menjalankan apa yang telah diperintahkan-Nya. Dia sadar bahwa pengawasan (muraqqabah) Allah pada setiap tingkah lakunya dan dia akan selalu berusaha untuk berada dijalan yang diridhai-Nya.

Seorang yang ikhlas beramal karena Allah SWT

Dalam hadist diatas Rasulullah mencontohkan salah satu pondasi dalam amal kebaikan adalah keikhlasan. Bagaimana seseorang yang berderma sehingga tangan kanan yang memberi tidak diketahui oleh tangan kiri yang ada disisinya. Subhanallah, bagaimana sebenarnya dien ini benar-benar mengajarkan kepada setiap pemeluknya untuk bisa beramala secara penuh, profesional dan yang pasti ikhlas. Pamrih dan balasan yang diharapkan bukan berasal dari manusia, karena dia sadar bahwa manusia pasti memiliki kelemahan atas setiap amal kehidupannya. Dia hanya berharap dan mengokohkan niatannya hanya kepada Allah SWT Yang Maha Kaya.

Seorang yang mengingat Allah SWT lalu bercucuran air matanya

Disebutkan dalam salah satu riwayat bahwa salah satu golongan yang selamat dari api neraka kelak adalah seorang mukmin yang meneteskan air mata karena mengingat kebesaran Allah SWT. Seharusnya ini menjadi satu pelajaran berharga kepada kita. Bukan bagaimana berusaha agar kita menangis pada setiap amal ibadah yang kita lakukan, akan tetapi mengetahui bahwa setiap amal yang kita lakukan pasti akan dibalas sesuai dengan apa yang kitya lakukan. Bahwa setiap kesempatan yang diberikan oleh-Nya pasti akan ditanyakan sejauh mana kita maksimal untuk menggunakannya untuk kebaikan. Sehingga muncullah perasaan khauf atas teramat besar dalam diri kita yang terungkapkanmelalui tetesan air mata kita. Menangis karena Allah SWT bukanlah sebuah keburukan ketika kita tahu bahwa tangis kita karena Allah SWT saja.