Monday, July 14, 2008

Berkaca pada 7 Golongan yang selamat*

Berkata Abu Hurairah r.a : bahwa Nabi saw telah bersabda: “Ada tujuh kelompok yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan kecuali perlindungan-Nya. Mereka adalah pemimpin yang adil, anak muda yang senantiasa beribadah kepada Allah Azza wa Jalla, seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan lagi rupawan lalu ia menjawab: “Sungguh aku takut kepada Allah”, seseorang yang mengeluarkan shadaqah lantas di-sembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya, dan seseorang yang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi kemudian ia mencucurkan air mata”. (H.R.Bukhary - Muslim)

Hadist shahih diatas menjelaskan tentang 7 golongan manusia yang akan mendapatkan naungan dan pertolongan Allah SWT kelak dihari yang tidak ada lagi pertolongan selain dari-Nya.

Pemimpin yang adil

Amanah untuk memimpin tidak diberikan pada sembarang orang. Amanah ini tidak hanya dipertanggung jawabkan dihadapan orang-orang yang dipimpinnya namun juga akan ditanyakan kelak dihadapan illahi Rabbi. Ketika proses kepemimpinan seorang manusia berjalan dengan baik, dia bertanggung jawab dengan amanahnya, adil dalam memutuskan persoalan, jujur dalam tindakan, bijak dalam menghadapi persoalan dan benar-benar mencerminkan nilai-nilai islami yang diyakininya di wilayah amalnya tersebut, maka pantaslah kiranya dia mendapatkan balasan yang sempurna disisi Allah SWT. Bukanlah pujian dan harta serta kedudukan yang dia cari. Berangkat dari satu niatan yang tulus suci untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketentraman ummat menjadi pendorong dan semangatnya untuk memimpin ummat ini menuju keadaan yang lebih baik lagi.

Pemuda yang senantiasa beribadah

Subhanallah, amat sangat langka saat ini kita temui sosok pemuda yang memiliki kriteria semacam ini. Arus informasi dan globalisasi telah engubah cara pandangan seornaga pemuda akan kehidupannya. Anggapan bahwa seorang pemuda harulah mengikuti trend yang terbaru kalau tidak ingin disebut ketinggalan zaman menjadikan pemuda masa kini berlomba-lomba untuk mengikuti trend mode dan perilaku serta budaya yang jauh dari nilai-nilai Islam. Namun diantara sekian banyak pemuda yang kehilangan jati dirinya tersebut, Allah menjanjikan satu nilai lebih bagi sedikit pemuda yang mau untuk kembali kepada jalan tuhannya, mengkaji setiap fenomena kehidupan yang dialaminya dan mencari solusi atas semua permasalahan yang dihadapinya dalam koridor syariat islam. Pemuda yang bersemangat menampakkan keislamannya kepada orang lain, tidak takut cercaan orang yang suka mencerca dan memiliki intelektualitas dan akhlak yang baik. Inilah sosok pemuda dambaan umat saat ini.

Orang yang hatinya tertaut pada masjid

Masjid tidak hanya menjadi tempat orang melakukan ritual shalat saja melainkan fungsi masjid yang sangat strategis dapat dijadikan tempat untuk mencari solusi atas semua permasalahan umat. Dan orang- orang yang memiliki keterikatan hati pada masjid pastinya adalah orang yang banyak berinteraksi didalam masjid. Tidak hanya sebatas pada ibadah-ibaha wajib saja namun dia benar-benar menjadikan masjid sebagai sarana penggemblengan pribadi dan umat, sumber pengetahuan, sumber diskusi dan pengembangan wawasan keilmuan dan menjadikan masjid benar-benar sebagai Islamic sentre yang ketika orangmasuk kedalamnya benar-benar kedamaian dan ketenangan yang dirasakannya.

Dua orang yang saling mencintai karena Allah SWT

Menjadi kodrat manusia untuk saling mencintai satu dengan yang lain, namun sungguh kemuliaan Islam mengajarkan kepada para pemeluknya untuk tidak hanya menjadikan perasaan cinta itu sebagai hal yang biasa. Islam mengajarkan bahwa perasaan cinta harus memiliki landasan sehingga benar-benar setiap konsekuensi atas perasaan cinta akan benar-benar maksimal dikerjakan oleh manusia itu sendiri. Dan dasar rasa cinta didalam Islam adalah niatan hati untuk mencinta atau membenci hanya karena Allah SWT. Allah-lah yang menjadi alasan utama dia mencintai, Allah-lah yang menjadi alasan utama di tidak menyukai.

Orang yang mampu menahan godaan karena rasa takutnya pada Allah SWT

Al-Khauf berarti ketakutan seorang manusia untuk melakukan kesalahan yang menyebabkan dia ditinggalkan oleh Allah SWT. Hal ini dapat dilihat dalam kriteria kelima ini, bagaimana Allah SWT mencontohkan seseorang yang dirayu dengan kenikmatan syahwati namun karena khauf-nya pada Rabb-nya dia tidak jadi untuk melakukannya. Kerinduan dan kerelaan dari Rabb-nya adalah satu tujuan hidupnya. Dia akn menghindari segala yang dibenci-Nya dan dengan sangat senang dan ikhlas menjalankan apa yang telah diperintahkan-Nya. Dia sadar bahwa pengawasan (muraqqabah) Allah pada setiap tingkah lakunya dan dia akan selalu berusaha untuk berada dijalan yang diridhai-Nya.

Seorang yang ikhlas beramal karena Allah SWT

Dalam hadist diatas Rasulullah mencontohkan salah satu pondasi dalam amal kebaikan adalah keikhlasan. Bagaimana seseorang yang berderma sehingga tangan kanan yang memberi tidak diketahui oleh tangan kiri yang ada disisinya. Subhanallah, bagaimana sebenarnya dien ini benar-benar mengajarkan kepada setiap pemeluknya untuk bisa beramala secara penuh, profesional dan yang pasti ikhlas. Pamrih dan balasan yang diharapkan bukan berasal dari manusia, karena dia sadar bahwa manusia pasti memiliki kelemahan atas setiap amal kehidupannya. Dia hanya berharap dan mengokohkan niatannya hanya kepada Allah SWT Yang Maha Kaya.

Seorang yang mengingat Allah SWT lalu bercucuran air matanya

Disebutkan dalam salah satu riwayat bahwa salah satu golongan yang selamat dari api neraka kelak adalah seorang mukmin yang meneteskan air mata karena mengingat kebesaran Allah SWT. Seharusnya ini menjadi satu pelajaran berharga kepada kita. Bukan bagaimana berusaha agar kita menangis pada setiap amal ibadah yang kita lakukan, akan tetapi mengetahui bahwa setiap amal yang kita lakukan pasti akan dibalas sesuai dengan apa yang kitya lakukan. Bahwa setiap kesempatan yang diberikan oleh-Nya pasti akan ditanyakan sejauh mana kita maksimal untuk menggunakannya untuk kebaikan. Sehingga muncullah perasaan khauf atas teramat besar dalam diri kita yang terungkapkanmelalui tetesan air mata kita. Menangis karena Allah SWT bukanlah sebuah keburukan ketika kita tahu bahwa tangis kita karena Allah SWT saja.

Telah dipublikasikan di dalam Buletin ENHA, LAZIS UNS

Saturday, June 28, 2008

Catatan Hari Kamis kemarin


Hari kamis kemarin ketika sedang asyik-asyiknya terlelap dalam mimpi siang yang tidak begitu jelas, aku dikagetkan oleh suara getar handphone 2610-ku. Kulihat sebuah nada panggilan dari seorang yang beberapa hari ini aku tunggu, Ust Wiranto. Dalam sepekan ini aku memang berharap untuk dapat erkomunikasi dengan belaiu meski hanya melalui sms, namun pada hari kamis itu beliau menelponku. Segera kuangkat dan memang dengan jelas itu adalah suara beliau.

Beliau menanyakn apa yang sedang kukerjakan sambil teredengar tawa beliau yang khas ditelingaku. Aku jawab bahwa aku sedang tidur-tiduran di kamar kost siang itu. Dan memang cuaca pada siang itu tidak terlalu bersahabat, angin seakan malas untuk bertiup meski sang mentari dengan gagahnya menyinarkan cahayanya yang panas. Beliau menanyakan padaku apakah aku sudah makan siang atau belum. Segera kuketahui arah pembicaraan selanjutnya. Ya, beliau memang lebih senang ketika bertemu denganku untuk berbicara tentang makanan dan beraneka ragam kuliner yang ada. Hatta ketika aku mengajak teman-teman Liqo’ku untuk bersilaturrahmi ke rumah beliau, hal pertama yang beliau sampaikan kepada kami adalah andai kami datang lebih awal tentunya kami akan diajak untuk mencicipi warung langganan beliau yang berada di dekat rumah beliau di wilayah Sumber, Banjarsari.

Beliau meminta bantuan kepadaku untuk memesankan 3 kotak nasi ayam tulang lunak di Mesam-mesem, dekat as-gross ar-royyan. Aku menyadari ketika suatu kali beliau kami-para panitia pembangunan masjid nurul huda- meminta untuk mentraktir kami makan. Sengaja kupilihkan Mesam-mesem karena aku berhusnudzon bahwa ayam yang dijual disitu benar-benar dapat dipertanggung jawabkan kehalalan dan keenakkannya. Dan alhamdulillah beliau pun menyukainya. Menu yang pas untuk kamis siang yang panas itu memang ayam tulang lunak ukuran XL. Beliau sampaikan untuk membeli 4 kotak, satu kotak terakhir adalah untukku.

Segera aku meluncur ke warung yang sahamnya juga dimiliki oleh salah seorang ikhwah kita, yakni akh Imdaddurahman, S.E. Dengan motor butut tua yang sangat setia menemaniku, aku sampai disana dan langsung memesan 4 kotak ukuran XL. Aku tanyakn berapa lama aku harus menunggu disitu, karena terus terang aku tidak nyaman untuk duduk menunggu lam disitu karen ada beberapa akhwat yang sedang makan disana. Akhirnya aku putuskan untuk membeli sesuatu terlebih dahulu di As-gross meski tidak ada di dalam pikiranku akan membeli apa. Dari pada menunggu lama disana dan agak “tengsin” pada orang-orang yang ada disana, lebih baik aku keluar dahulu untuk mencari sesuatu, pikirku kala itu. Aku masuk kedalam As-gross, nampak lengang siang itu, karena panas kukira, membuat sebagian besar orang-orang malas untuk beraktivitas. Ketika melihat rak bagian selatan yang banyak berisikan obat dan kamper, aku memutuskan untuk membeli kapur barus untuk persediaan di kamar mandi masjid yang bau-nya sangat menyengat karena kamar mandi yang satu berdampingan dengan kamar mandi yang lain.

Setelah selesai membeli kapur barus, kusengajakan diri untuk melihat-lihat jangan-jangan ada barang yang menarik untuk kubeli. Namun ternyata Allah SWT masih melindungiku dari sifat konsuerisme ketika melihat sesuatu barang, maka akupun putuskan untuk segera menyudahi pencarianku di dalam toserba ini. Aku bawa dua bungkus kapur barus yang masing-masing berisikan 5 biji kapur yang bentuknya menyerupai bola golf namun bedanya pada warnanya yang beraneka ragam itu. Aku bayar, harganya satu bungkus Rp5.200, ya aku masih ingat harganya, karena aku mengeluarkan uang Rp12.000, dan mendapat kembalian sebesar Rp600.

Ketika aku sampai di Mesam-mesem kembali, kulihat pesananku belum selesai. Suasana di warung itu masih terlihat ramai, sehingga kuputuskan untuk menunggu di luar. Alhamdulilah tidak berapa lama, pesananku jadi dan diantar kepadaku. Aku telah membayarnya diawal sebelum aku pergi ke As-gross, jadi aku tinggal mengambilnya dan segera membawanya kepada pemesan utamanya.

Ketika sampai di PUSKOM UNS, aku segera menuju ruang kantor milik pak Wir-demikian kami dengan akrab memanggil beliau. Beliau kuilihat sedang berkonsentrasi dengan laptopnya. Aku ketuk pintu dan serta merta beliau melihat dan segera menghampiriku. Tidak ada yang berubah dari beliau, keramahan dan canda beliau yang khas yang selalu kuingat. Hanya saja kulihat, alhamdulillah, badan beliau yang terlihat lebih gemuk daripada terakhir aku bertemu ketika silaturrahmi ke Sumber. Kulihat disana ada 4 orang termasuk beliau, sehingga aku sampaikan bahwa biarlah aku yang nanti membeli lagi dan semua kotak yang kubawa untuk teman-teman beliau. Beliau setuju dengan usulanku dan segera menyrahkan, dengan tangan beliau sendiri, masing-masing kotak kepada semua teman satu kantornya tersebut. Satu yang tidak terlihat olehku adalah Pak Triyadi, seorang dengan jenggot putihnya yang sering aku ajak bercanda. Pak Wir sampaikan bahwa beliau sedang keluar untuk satu urusan.

Aku temani Pak Wir yang lahap menyantap nasi ayam itu. Aku senang sekaligu bangga memiliki seorang bapak seperti beliau. Aku laksana anaknya sendiri yang ditanya berbagai hal yang berkaitan dengan apa yang kujalani selama ini. Tentang kuliahku yang belum juga selesai meskipun tinggal menyelesaikan skripsi, tentang kondisi pengelolaan Ar-royyan, tentang teman-teman Liqo’ku yang beliau tanyakan dan berbagai hal yang semuanya aku yakin bahwa beliau adalah seorang yang amanah dan benar dalam setiap langkah-langkahnya.

Ya Rabbi... semoga Engkau selalu meluaskan kasih sayang-Mu kepada kami, hamba-hamba-Mu yang selalu berusaha mensyukuri setiap karunia yang Kau beri.Solo,280608,19.36

Friday, June 27, 2008

Setengah hari bersama Ust Yusuf Mansyur


Subhanallah…itulah kata-kata yang pertama kali kuucapkan melihat seorang yang dikarunai Allah SWT dengan kesederhanaanya. Dengan hanya memakai baju koko putih, kopiah putih dan yang khas dari beliau adalah sarung hijau yang nampak semakin menggambarkan keserhanaan beliau dalam berpakaian. Pernah seorang teman berkata bahwa salah satu cara melihat kepribadian seseorang adalah dengan melihat cara dan apa model pakaian yang dipakai oleh seseorang dan pada hari ini aku buktikan teori yang tidak berempu itu.

Dimulai jam sembilan lewat beberapa puluh menit, biasa hari jum’at adalah hari futsal bagiku, dengan terburu-buru aku bersih-bersih diri dan mempersiapkan apa-apa yang hendak aku bawa ke kajian dengan tema The Miracle of Shodawoh itu. Ketika aku sampai di Student centre, yang memang kalau dipakai untuk saound system memiliki kualitas suara yang buruk, tepat ketika Prof. Shalahuddin sedang menyampaikan sambutan mewakili Rektor yang berhalangan untuk hadir. Jujur saja aku sms beliau bapak rektor untuk datang, karena salah seorang teman mengatakan bahwa kajian hari ini sebenarnya lebih bernuansa kuliah Shodaqoh, jadi meskipun sudah memiliki jabatan Rektor, sepertinya juga memerlukan materi kuliah seperti ini.

Tak berapa lama, Ust Yusuf Mansyur pun hadir di tempat, beliau bersama tiga orang rombongannya, yang salah satu diantara mereka sepertinya orang Solo, karena nampak face jawa-nya, dan apa yang aku kira itu benar bahwa seorang yang memakai peci putih seperti peci haji itu adalah salah seorang pengusaha, alumni UNS juga dan sekarang aktif dalam berbagai program yang diselenggarakan oleh yayasan Da’arul Qur’an Wisata Hati.

Tak berapa lama, tibalah waktu untukbelaiu memaparkan materi kajiannya pada pagi ini. Beliau adalah seorang yang mampu menempatkan orang tepat pada posisinya, salah satunya dapat kulihat bagaimana beliau meminta sang Master Of Ceremony juga dipersilahkan untuk duduk bersila bersama dengan jamaah lainnya. Agar tidak terlihat perbedaan dan pembedaan posisi. Pikirku, beliau hendak mengajarkan kepada kami semua bagaimana cara menghormati orang tua kita, karena yang duduk bersila diantaranya adalah prof. Shalahuddin sendiri, Bp H. Utomo, sang pembina JN UKMI dan Ketua Takmir serta Bp gatot Sunarno, yang nota bene adalah dosenku juga sekaligus diundang sebagai ketua Panitia hari Besar Agama Islam (PHBI UNS).

Dua kisah menarik yang beliau sampaikan pada kesempatan itu, yakni pertama kisah tentang seorang penjual gorengan berupa singkong yang menyedekahkan buntut singkongnya untuk seorang anak yang sangat menginginkan jajanan serta cerita yang lain adalah tentang seorang Cleaning Service yang membuat beliau terguguh menangis mengenangnya. Seorang Cleaning Service yang datang dengan pakaian khasnya ke gedung utama yayasan da’arul Qur’an di Jakarta, namun agak diabaikan oleh para pengelola hingga dia menyatakan maksudnya untuk menjadi salah satu donatur program 20ribuan namun beliau lebih memilih yang 5 jutaan ataupun yang 10 jutaan. Hal ini ia lakukan untuk meminta kesembuhan kepada Allah SWT atas sakit anaknya.

Beliau melanjutkan ceramahnya di mimbar Masjid Nurul Huda sebagai khotib sekaligus imam pada jum’at hari ini. Beliau menceritakan sebuah kisah tentang seorang manusia yang ikhlas menyerahkan dan mensedekahkan uang untuk daftar ulang demi melihat saudaranya yang lain yang lebih membutuhkan. Subhanallah...Allah memiliki rahasia-Nya yang kadang tidak dapat diduga dan dimengerti oleh manusia sebagai hamba-hamba-Nya yang penuh dosa ini. Tanpa dinanya, ketika saatnya sang mahasiswa membayar uang kuliahnya, pihak bank menyatakan bahwa dia telah membayar uang daftar ulangnya tersebut. Dia tidak percaya akan hal itu dan mencoba meng cross checknya dengan pihak terkait, namun nihil siapa yang mentransfer uang tersebut. Diapun menunggu dan berharap ada orang yang nantinya akan mengklaim bahwa dia salah kirim ke no rekening sang mahasiswa namun sekali lagi yang didapatkannya hanyalah menunggu karena sampai detik ini tidak ada yang mengkonfirmasi bahwa ada salah pengiriman uang pada rekeningnya.

Subhanallah...inilah salah satu rahasia Allah SWt diantara rahasia-rahasia-Nya yang teramat banyak. Ketika Allah berkehendak ”Kun Fa Ya Kun” maka terjadilah. Sanggupkan kita menyingkap segenap rahasia-Nya yang sangat luar biasa? Marilah kita belajar bersedekah dengan ikhlas....